Kekuatan Promosi

Didalam memasarkan suatu produk, promosi adalah ruh dari penjualan. Terkadang, kita sebagai pemula lebih menitikberatkan pada produksi produk, tapi abai pada promosi itu sendiri.

Pada promosi, terdapat teori konvensional, yaitu teori 1/3. Apaan tuh? Teori ini mewajibkan kita mencurahkan 1/3 dari seluruh daya dan upaya kita dalam berbisnis untuk berpromosi. Tidak terbatas pada cost, yang minimal 1/3 dari penghasilan dijadikan sebagai biaya produksi, tetapi juga 1/3 dari kreatifitas kita, 1/3 dari waktu rapat kita, 1/3 dari ruang kerja, maupun 1/3 dari yang ada di angan-angan kita.

Menurutku, teori tersebut dapat dijadikan pegangan bagi pebisnis newbie, untuk selalu mengingatkan kita ke track yang benar, yaitu selalu memikirkan masalah promosi, dan bukan mengesampingkannya.

sampoerna hijauKonon, rokok Sampoerna Hijau, penjualannya naik 3 kali lipat, karena promosi “ga ada loe ga rame” nya yang sangat mengena, padahal rokok yang dijual harganya sama, dengan kualitas sama dan dengan bungkus yang sama pula.
So, jangan remehkan promosi. Jika bingung dengan puluhan macam teori promosi, ambil cara tergampang, gunakan terori 1:3.
Promosi tidak hanya diterapkan pada murni “bisnis”. Dalam masa kampanye presiden yang gencar saat ini, promosi menjadi alat utama untuk menembus survey LSI ataupun Indobarometer. Jika Anda memiliki blog, dan dalam 1 hari menghabiskan online 1 jam untuk menulis dan merias blog, maka pastikan sisihkan minimal 20 menit untuk berpromosi, bisa dengan cara ber blog walking, kopi darat, atau sekedar memasang status di facebook.
Sudahkah Anda tertib berpromosi?



sumber : http://o.gi.web.id/archives/161/kekuatan-promosi/
Thanks for your comment